Persamaan dan Perbedaan Skripsi – Untuk menyelesaikan studinya, mahasiswa jenjang Sarjana (S1), Magister (S2) maupun Doktor (S3) harus membuat sebuah karya ilmiah sebagai syarat kelulusan.

Karya ilmiah mahasiswa di setiap jenjang ada perbedaan. Mahasiswa S1 membuat skripsi, mahasiswa S2 membuat tesis dan mahasiswa S3 membuat di sertasi.

Meski sekarang skripsi sudah tidak wajib di buat mahasiswa S1, namun mahasiswa yang ingin membuat skripsi untuk menyelesaikan studinya juga tetap di perbolehkan.

Skripsi tidak wajib bagi mahasiswa S1 ini tertuang saat peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-26: Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi era Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim.

Sebagai mahasiswa, kamu perlu tahu bahwa ada persamaan dan perbedaan antara skripsi, tesis dan di sertasi. Apa saja persamaan dan perbedaan di antara ketiganya? Simak informasi berikut ini sampai selesai.

Baca juga artikel terkait lainnya yang ada di demodesa.pamekasankab.com

Persamaan dan perbedaan skripsi, tesis, di sertasi

Di lansir dari laman ITS, Selasa (11/2/2025) berikut persamaan dan perbedaan antara skripsi, tesis dan di sertasi yang perlu di perhatikan mahasiswa.

Persamaan skripsi, tesis, dan di sertasi adalah bahwa ketiganya sama-sama merupakan Karya Tulis Ilmiah sehingga penyusunannya harus memenuhi metode ilmiah dan nilai-nilai kemanusiaan, baik redaksi maupun substansi.

Ketiganya juga wajib di tulis oleh seorang mahasiswa, bukan kelompok. Selain itu, ketiganya harus di publikasikan baik secara off-line maupun online sesuai level yang telah di tentukan.

Berikut perbedaan dari skripsi, tesis dan di sertasi.

Standar minimal tugas akhir mahasiswa S1 atau skripsi:

1. Hanyalah berupa pembuktian bahwa mahasiswa mampu menyelesaikan sebuah masalah dengan mengimplementasikan pengetahuan dan ketrampilan yang telah di pelajarinya selama kuliah S1.

Melalui skripsi yang di buatnya mahasiswa menunjukkan bahwa ia mampu berfikir logis, kritis, dan sistematis memanfaatkan akumulasi pengetahuan dan ketrampilan yang telah di pelajarinya selama kuliah S1 untuk mengidentifikasi opsi-opsi solusi sebuah masalah dan/atau peluang dan mengimplementasikannya atau mengkaji implikasi dari pengembangan/implementasi pengetahuan atau teknologi.

Jadi kata kunci level skripsi adalah Implementasi/Penerapan.

2. Secara eksplisit di katakan bahwa standar minimal Skripsi S1 Bukan Riset, namun cukup Implementasi suatu ilmu/metode/teknik/teori/ketrampilan tertentu secara benar untuk menyelesaikan suatu masalah.

Dengan demikian dalam laporan skripsi di bagian “Perumusan Masalah” seharusnya berisi pernyataan masalah apa yang akan di selesaikan melalui Tugas Akhir (skripsi) tersebut (bukan pertanyaan penelitian atau research question).

Lalu apakah tugas akhir mahasiswa S1 tidak boleh berupa riset/penelitian? KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) hanyalah memberikan standar minimal sehingga apabila ada sebuah program studi mewajibkan standar skripsi mahasiswa S1 harus lebih sulit lagi yakni berupa riset/penelitian bahkan wajib melakukan publikasi internasional ya boleh-boleh saja, hanya saja layak di fahami bahwa sistem tersebut melebihi standar KKNI level 6.

3. Pendekatan skripsi dapat berupa Mono Disiplin, yakni 1 disiplin ilmu saja. Misal skripsi berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Rumah Sakit” dapat saja di lakukan dengan hanya mengacu ke prinsip-prinsip disiplin ilmu Rekayasa Perangkat Lunak dengan informasi proses bisnis Rumah Sakit di peroleh hanya melalui proses wawancara (tidak ada kajian atau validasi dari teori atau referensi disiplin ilmu lain yakni Manajemen Kesehatan).

Tesis S2

Standar minimal Tesis S2 adalah:

1. Berupa Riset/Penelitian sehingga mahasiswa S2 wajib menguasai dan menerapkan berbagai aspek dan keterampilan metode penelitian yang berlaku di disiplin ilmunya.

2. Mengembangkan pengetahuan/teknologi/seni menghasilkan Karya yang Inovatif dan Teruji.
Terdapat 3 kata kunci di sini, yakni: “Mengembangkan” pengetahuan/teknologi/seni yang sudah ada sebelumnya sehingga menghasilkan luaran yang “Inovatif” yakni sesuatu yang baru hasil dari pengembangan yang sudah ada dan sudah melalui proses uji-coba atau validasi.

Dari pengertian ini maka laporan tesis harus mampu:

a. Menunjukkan pengetahuan (teori/teknologi) apa saja yang telah ada, yang umumnya di lakukan melalui review banyak penelitian/teori/teknologi sebelumnya hingga terkini.

b. Dari review penelitian/teori/teknologi sebelumnya tersebut selanjutnya mahasiswa S2 di tuntut mampu melakukan Systematic Mapping Study (SMS) sehingga dalam Tesis tersebut mahasiswa mampu:

  • Memposisikan penelitiannya dalam suatu peta penelitian yang di kembangkan melalui pendekatan interdisiplin atau multidisiplin. Artinya mahasiswa mampu menunjukkan posisi penelitiannya dalam diagram peta disiplin ilmu, obyek dan/atau aspek penelitian.
  • Mampu mengidentifikasi Knowledge Gap (peluang-peluang aspek-aspek topik penelitian yang belum dikaji peneliti-peneliti sebelumnya) apa yang ingin di isi/dibuat/di tambahkan.

3. Tesis menggunakan pendekatan Multidisplin atau Interdisiplin. Berdasarkan kajian akademik Senat ITB (2018) dan Permendikbud No. 154 Tahun 2014 bahwa Multidisiplin artinya penelitian di lakukan dengan melibatkan minimal 2 disiplin akademik untuk menyelesaikan suatu masalah secara bersama-sama.

Dalam pendekatan multidisilin ini, analisis melibatkan (“mengadopsi“) perspektif teori/penelitian dari disiplin akademik lain namun masing-masing spesialis tetap berada di dalam disiplinnya.

Sementara Interdisiplin artinya penelitian di lakukan dengan transfer (“mengadopsi dan mengadaptasi“) suatu disiplin akademik ke dalam disiplin akademik lainnya untuk menyelesaikan masalah tertentu sehingga mampu memunculkan metode baru atau disiplin akademik baru.

Dengan demikian level minimal kompleksitas Tesis adalah Mengembangkan Pengetahuan/Teknologi yang sudah ada sebelumnya dengan Metode Penelitian tertentu dan Pendekatan Multidisiplin atau Interdisiplin.

Disertasi S3

Standar minimal Disertasi S3 adalah:

1. Berupa Riset/Penelitian sehingga mahasiswa S3 wajib menguasai dan menerapkan berbagai aspek dan ketrampilan Metode Penelitian yang berlaku di disiplin ilmunya.

2. Menemukan atau mengembangkan teori/konsepsi/ gagasan ilmiah baru (kreatif, original, dan teruji)

3. Wajib di lakukan dengan pendekatan Interdisiplin dan Multidisiplin atau Transdisiplin. Berdasarkan kajian akademik Senat ITB (2018) dan Permendikbud No. 154 Tahun 2014 bahwa Transdisiplin artinya penelitian menerapkan pendekatan interdisiplin sekaligus memadukannya dengan pengetahuan berbagai pemangku kepentingan lain di luar akademisi (seperti praktisi profesional, pemerintah, politisi, pengusaha, dan lain-lain) agar hasil penelitian memiliki probabilitas lebih tinggi untuk di implementasikan.

Dari 3 poin kriteria Di sertasi di atas, maka sebuah Penelitian S3 baru akan mampu menemukan karya baru, manakala:

a. Mahasiswa telah melakukan kajian komprehensif berbagai penelitian, teori, dan/atau teknologi sebelumnya hingga terkini yang berkaitan dengan Research Questions.

Bukan hanya dari satu domain disiplin akademik (monodisiplin), melainkan juga mengkaji pemahaman, posisi, kelebihan, maupun kekurangan penelitian/teori/teknologi dari disiplin-disiplin akademik lainnya (Multidisiplin) bahkan mengadaptasi/mentransfernya ke dalam satu disiplin akademik tertentu (Interdisiplin) dan mengembangkannya dengan pengetahuan pemangku-pemangku kepentingan lain di luar akademisi (Transdisiplin).

b. Poin a ini dapat di laksanakan umumnya bila Mahasiswa S3 telah melakukan Systematic Mapping Study (SMS) dan Systematic Literature Review (SLR) bukan hanya dari satu disiplin akademik melainkan dari berbagai disiplin akademik terkait.

c. Dari aktivitas b, mahasiswa selain akan mampu mempresentasikan posisi penelitiannya di dalam peta penelitian multi disiplin juga mampu di tuntut mampu mengembangkan peta jalan situs slot penelitiannya di masa mendatang.

Dengan demikian level minimal kompleksitas di sertasi adalah perumusan pengetahuan/teknologi baru yang di peroleh dengan Metode Penelitian tertentu dengan Pendekatan Multidisiplin, Interdisiplin dan Transdisiplin.

Demikian persamaan dan perbedaan skripsi, tesis dan di sertasi yang perlu di ketahui mahasiswa.